Sunday, 9 March 2014

Ternyata beginilah patah hati

Ternyata beginilah patah hati

Karya Tia Setiawati Priatna

Kau takkan bisa memulai sesuatu yang baru
dengan sempurna
Apabila kau belum menutup yang lama
dan merelakannya
Sebelum jatuh cinta padamu
Kufikir patah hati itu perihal yang mudah untuk dihadapi
Di jalanan dan diperbaiki
Namun kurasa aku salah
Ternyata tidak
Patah hati tak pernah mudah
Aku mencuba mengalihkan fikiranku darimu
Kau, orang yang telah mematahkan hatiku
Hidup seharusnya mampu berjalan seperti biasanya kan
Kerna bukan ragamu yang patah
Maka aku membaca buku
Aku menulis puisi
Aku menulis cerita
Aku makan makanan yang paling kusuka
Aku meluangkan waktu bersama teman-teman berdukaku
Aku menyanyikan lagu-lagu
Aku tertawa
Namun sayangnya, tawa yang terasap pura-pura
Ternyata memang tak semudah itu
Sampai satu hari aku mendengar seseorang berbicara dengan lantang sekali
Katanya, ubat sakit hati paling sejati 
Adalah penerimaanmu terhadap rasa sakit itu sendiri
Dan kerelaan untuk mengikhlaskan apa pun
Yang kau fikir telah hilang dari hidupmu
Maka aku memulai semula dari awal lagi
Lalu kemudian kudengar dia berkata lagi
Bagian tersulit bukanlah patah hati
Namun kenyataan bahawa kau sedang menjalani patah hati itu sendiri
Dan yang paling membunuhmu perlahan
adalah kenyataan bahawa kehilangan ternyata begitu menyakitkan
Lalu duniamu terasa berputar di poros yang sama
Masih saja dia, dia dan dia
Mungkin kau akan merasa telah sembuh sepenuhnya
Namun ketika kau melihat dia bersama yang lain
Kau sedar kau belum sama sekali sembuh
Maka aku akan berjalan saja perlahan-lahan
Kerna ternyata memaksakan diri begitu melelahkan

 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...